Friday, November 5

Mia : Gadis Impian



Melayang-layang rambut ikal Mia disapa bayu . Baju kurung pahang berwarna putih itu juga lembut melambai-lambai mengikut arah angin . Bibir nipis miliknya tersenyum kuyu melihat laut walau apa yang dilihatnya hanyalah hitam . Cahaya yang ada malam itu hanyalah dari beberapa kedai minum yang ada di tepi jalan , agak jauh dari bibir laut .

Mia menghayunkan kaki genit miliknya yang pernah merangkul emas kejohanan olahraga reamaja peringkat kebangsaan , sayangnya ia berakhir sekerat jalan . Setelah menemui batu tempat melepaskan letih berdiri , Mia mengambil keputusan untuk duduk sebentar . Sambil dadanya menarik nafas dalam-dalam , Mia duduk dan mengeluh sendirian . Dirasanya sunyi malam itu .


Dalam Mia keseorangan di dunianya , beberapa mata tercuri perhatian dengan kehadiran Mia di pantai itu . Masing-masing tertarik dengan kecantikan wajah dan tubuh Mia tetapi mereka hanya memerhati dari jauh . Namun bagi Badrul , peluang keemasan bukan selalu menjelma . 

Dengan tenang , Badrul berjalan ke arah Mia . Memiliki susuk tubuh yang tegap dan wajah yang artis , Badrul yakin perempuan dihadapannya pasti menjadi miliknya malam ini , ini bukan kali pertama bagi Badrul .

"Hai , saya Hassan . Saya mengganggu saudari?" tenang suara Badrul menyapa Mia . Sedikit terkejut , Mia hanya menjawab , "eh , tidaklah . Saya Mia" . Badrul tersenyum , jerat dah makin mengena .

Selepas berborak beberapa ketika , Badrul mengajak Mia untuk berjalan-jalan di bibir laut . Badrul bimbang jika ada yang melihat dia dan Mia bersama . Mia yang sudah senang dengan kelaku Badrul tersenyum girang . Malam ini Mia berteman , getus hatinya .

Bibir laut terasa indah , dengan ketawa kecil dari keduanya dan bunyi ombak di sepak-sepak . "Hassan" , Mia bersuara , "terima kasih sebab temankan Mia malam ni , Mia dah lama keseorangan" , sambungnya lagi .

"Jangan risau Mia , sampai mati pun Hassan akan temankan Mia" , Badrul berseloroh memancing umpan . Wajah riang Mia membuatkan nafsu serakahnya meluap-luap .

"Betulkah Hassan ?" Sungguh-sungguh Mia bertanya kali ini , pipi gebu miliknya bertambah gebu ditolak bibir nipis yang mengembang menguntum senyuman . Badrul hanya mengangguk tidak dapat berkata apa kerana terpukau dengan keindahan perempuan di hadapannya .

"Kalau macam tu , senang lah , tinggal tunggu Hassan saja mati" , Mia menghabiskan ayatnya . Badrul terpaku . Tertanya-tanya adakah benar apa yang didengarnya . Sedikit demi sedikit perempuan dihadapannya hilang . Badrul masih tidak berganjak .

"Apa yang Hassan tunggu lagi ? Terjun laut ye sayang , nanti boleh teman Mia " . Halus suara  lunak Mia berbisik di telinga Badrul .

Badrul melangkah longlai , akalnya puas berkata jangan tetapi tubuhnya tetap melangkah ke arah laut . Badrul kini berlawan dengan dirinya dari dalam . Dia belum ingin mati , bukan ini yang dihajatnya . Meronta-ronta Badrul meminta tolong tetapi tiada sepatah pun keluar dari mulutnya . Sampai saja di gigi laut , Badrul pengsan dari dalam . Dia sudah tidak sedar apa yang berlaku pada tubuhnya .


* * * * *

"Ah!" , Badrul tersentak dari mimpinya . Sudah enam bulan peristiwa hitam itu berlaku . Nasib Badrul baik bila ada pasangan lain yang nampak kelakuan pelik Badrul malam itu . Selepas Badrul pengsan , merekalah yang membawa Badrul ke rumah sakit .

Badrul betul-betul menyesal dengan niat dan tingkah lakunya malam itu . Kini dia tau betapa benarnya , jika Saitan yang kita dampingi , Saitan yang kita ingini , maka Saitan lah yang kita dapati .

Badrul melangkah termengah-mengah ke dapur mencari beberapa gelas air . Panas tengahari Sabtu ni dirasanya . 

"Kring!" .Minumnya terganggu , beberapa kali sudah bunyi itu bergema dari ruang tamu rumah sewanya . Badrul bergegas kehadapan . "Hello"

"Hai , saya Mia . Saya mengganggu saudara?"

10 comments:

Azza Zahra said...

Ohoho. Kalau mia yg
baru dtg tuh sama cam mia
yg kat pantai tuh, mmg
syaitaan, kot!
Jgn bukak pintu, plz.

maharam said...

Salam,
Ohhhh ada sambungan lagi? Sila sambung cepat...tak sabar nak baca ;)

ztie said...

uh.. panik

KeCiK said...

Pergh, dah nak dekat level dengan Tamar Jalis nih. Haha.

Ni yang jeles nih, masing-masing punya entri dah ada banner.

Fina Sophie said...

sy tunggu sambungan dia! ;)

nur.sa said...

cantik oh nama dia. mia.

ada sambungan ke? tu bukan dah abis, r.k?

r.k said...

Azza Zahra : Memang mencari la , Mia kan dah lama keseorangan .

maharam : unfortunately , its the end lah sir .

ztie : minum air cepat .. baca cismillah dulu . heh

KeCiK : conteng2 pakai paint je kecik , bukan susah pon .. haha
Tamar Jalis lejen dowh ..

Fina Sophie : aiseh , sambungan takde la .. saja ghua tinggalkan untuk imaginasi masing-masing ...

nur.sa : yes, sambungan dia memang tak ada .. haha

anyss said...

Salam,
Waaaa ni citer antu ke?

Ingatkan mia sara nasuha he he he

CikGadis said...

meremang bulu roma eden. seram sejuk bc crita nie.

ingt crita ttg mia sara budak kecik yg cmel tue... hehe

r.k said...

anyss : mia sara tu cerita dia dah tak legend . mia ni ade kat 100penulis je . XD

CikGadis : jangan cari pasal kalau tak nak kena pasal . keh keh keh